PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group
memperkuat komitmen terhadap kepastian hukum dan tata kelola perusahaan yang
baik. Semangat ini hadir melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS)
dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun)
Kejaksaan Agung RI yang dilaksanakan beberapa hari lalu di minggu ini. Langkah
ini diambil sebagai strategi mitigasi risiko di tengah transformasi besar BUMN
di bawah Badan Pengelola Investasi Danantara serta pelaksanaan proyek hilirisasi
nasional.
Penandatanganan yang dilakukan oleh Jaksa Agung Muda Bidang
Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung RI R. Narendra Jatna
dan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan menjadi
momentum penting bagi "KS Reborn". Selain aspek legal, pertemuan ini
menekankan pentingnya Good Corporate Governance (GCG) dalam mengelola kegiatan
operasional maupun investasi.
Transformasi di Bawah Ekosistem Danantara
Dalam sambutannya, Dr. Akbar Djohan menyoroti dinamika baru
BUMN pasca terbentuknya Danantara. Sebagai bagian dari visi "Indonesia
Incorporated", Krakatau Steel mendapatkan dukungan modal kerja sebesar USD
295 juta dari Danantara dengan mekanisme yang sangat ketat.
"Dana ini bukan PMN, melainkan pinjaman modal kerja
yang peruntukannya dikunci hanya untuk pembelian bahan baku pabrik, bukan untuk
keperluan lain. Ini adalah bentuk transparansi dan akuntabilitas yang kami
jalankan bersama Danantara," tegas Akbar.
Mitigasi Risiko Hukum di Tengah Transformasi Industri
Baja Nasional
Menyadari kompleksitas transformasi industri baja nasional,
Dr. Akbar Djohan memandang pendampingan hukum profesional sebagai bagian tak
terpisahkan dari penguatan fundamental perusahaan dalam program KS Reborn.
Dinamika hukum perdata dan tata usaha negara yang menyertai aspek bisnis
menuntut adanya mitigasi risiko yang matang.
Menurutnya, kerja sama dengan Jamdatun memberikan
pendampingan hukum dan pendapat hukum yang diperlukan dalam setiap pengambilan
keputusan strategis, guna memastikan seluruh langkah korporasi sesuai dengan
hukum yang berlaku. “Langkah ini akan meningkatkan kepercayaan investor dan
mitra usaha, serta memastikan transformasi Krakatau Steel berjalan
berkelanjutan demi mewujudkan industri baja nasional yang kompetitif di kancah
global,” jelasnya.
Hilirisasi Pasir Besi & Nikel: Golden Opportunity
Menuju Rantai Pasok Strategis Dunia
Hilirisasi dua komoditas strategis: pasir besi dan nickel
ore (pembangunan pabrik stainless steel) dengan estimasi investasi mencapai
Rp30 triliun bukan sekadar proyek tambahan, melainkan peluang emas (golden
opportunity) bagi Krakatau Steel (KS) untuk melakukan lompatan besar
(leapfrogging) dari sekadar produsen baja konvensional menjadi pemain kunci
dalam rantai pasok industri strategis global.
Sinergi bersama Jamdatun adalah langkah proaktif perusahaan
untuk memastikan setiap milestone investasi strategis ini tercapai secara
akuntabel, sekaligus menetapkan standar praktik tata kelola bagi keberhasilan
proyek strategis BUMN di masa depan.
Integritas sebagai Fondasi Transformasi
Jamdatun R. Narendra Jatna memberikan pesan kuat mengenai
aspek Attitude sebagai landasan transformasi. Menanggapi hal tersebut, Akbar
Djohan menekankan bahwa kepemimpinan di KS tidak hanya soal kompetensi, tapi
karakter.
"Direksi digaji oleh rakyat. Amanah ini harus
dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Dengan pengawalan Jamdatun, kami
berkomitmen menjadikan Krakatau Steel sebagai role model BUMN yang dari
sebelumnya dianggap beban, menjadi perusahaan contoh yang on track dan
compliant," tutup Akbar.
Kepastian Hukum dalam Keputusan Strategis
Sebagai bagian dari penguatan internal, acara ini
dirangkaikan dengan Sharing Session mengenai praktik dan implementasi Business
Judgment Rule (BJR). Mengacu pada Perubahan Keempat Undang-Undang BUMN,
pemahaman mendalam mengenai BJR memperkuat perlindungan dan kepercayaan diri
bagi manajemen dalam mengambil keputusan strategis yang berani namun didasarkan
pada itikad baik, kehati-hatian dan kepentingan perseroan.
Melalui sinergi antara aspek operasional, penguatan
karakter, dan kepatuhan hukum, Krakatau Steel Group terus bergerak maju untuk
membuktikan perannya sebagai aset negara yang sehat, mandiri, dan menjadi
kebanggaan bangsa.
Tentang Krakatau Steel Tbk
Sekilas Tentang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk PT Krakatau
Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang
didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja,
Krakatau Steel Group juga mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu,
kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui
pembangkit listrik, serta sejumlah ventura bersama dengan perusahaan Korea dan
Jepang. Saat ini, Krakatau Steel berkomitmen menjalankan transformasi perusahaan
melalui program KS Reborn dengan semangat “Revolutionary Movements: Committed
to Transform”, yang difokuskan pada penguatan tata kelola, transparansi,
pengembangan human capital, penguatan bisnis hilir, serta optimalisasi bisnis
infrastruktur guna membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik
investor.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

0Komentar